( by google)
oleh: Koes Plus
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman
sekutip lagu koes plus di atas cukup rasanya menggambarkan indonesiaku yang begitu mewah dalam hal SDA (Sumber Daya Alam) atas karunia dan takdir Allah SWT.
Kebyar-Kebyar
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga
biarpun bumi bergoncang
kau tetap Indonesiaku
andaikan matahari terbit dari barat
kaupun tetap Indonesiaku
tak sebilah pedang yang tajam
dapat palingkan daku darimu
kusingsingkan lengan
rawe-rawe rantas
malang-malang tuntas
denganmu …
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
nada laguku, symphoni perteguh
selaras dengan symphonimu
sekutip lagu lagi yang menggambarkan sisi lain jiwa nasionalisme SDM (Sumber Daya Manusia) negara Indonesia. Negara yang konon katanya adalah negara yang gemah ripah loh jinawi (subur makmur), negara dengan mayoritas penduduk islam, penuh seni budaya, dan salah satu negara terbesar dalam proses demokrasi politik nya.
Tetapi, bagi saya, anak bangsa yang tidak tahu banyak tentang indonesia tetapi berusaha tetap bangga dengan indonesia lewat permainan sepak bola..begitu kentalnya pengusungan negara gotong royong, ramah tamah, penuh kepribadian....itu semua (mulai dari kutipan lagu di atas smp kpribadian) adalah reality nyata dalam sebuah buku cerita bersampulmenarik ketika saya mengenyam pendidikan. Miris rasanya ketika apa yang diceritakan tentang negaraku itu hanyalah sebatas cerita belaka, beberapa tahun ini. Ketika kita sudah mulai tergerus arus moderenisasi dunia yang membawa generasi bangsa mulai memudarkan identitas bengsa kita sendiri demi tujuan peradaban yang modern. Begitu juga dengan pemerintah kita, tak ada bedanya??berhati jabatan, bermuka uang, bersafari ria di dunia demi kekayaan semata. Sampai berujung banyaknya masalah internal yang timbul karena terlalu berlebihannya fanatisme suku dan golongan di indonesia, yang konon merupakan kebanggaan bangsa kita karena bermacam macam budaya, toh ternyata malah salah satu biang indonesia tak pernah damai.
Bukannya saya tidak bangga terhadap bangsa ini, tapi ini lah guratan hati saya yang beranjak dewasa melihat kenyataan yang ada di sekitar kita. Negara yang berpolitik dengan demokrasi, jauh dari para alim ulama ( sbg penerus nabi, di negara mayoritas islam) cenderung kepada arus globalisasi kristenisasi dunia. Penuh dengan relity show hutang piutang, drama manipulasi dan konspirasi.
INGAT!!!...sebenarnya dasar dasar negara kita itu adlah sangat luar biasa, penuh filosofi dan makna, ambil contoh bhineka tunggal ika (berbeda-beda tetap satu jua), pikirkan... jauh sebelum kita lahir, bahwa filosofi itu tlah ada untuk membangun pondasi moral bangsa kita. Namun.....lagi..lagi...sekarang, itu hanyalah menjadi semboyan apik yang tertera pada beberapa lmbang negara dah sebuah buku pelajaran hanya sekedar untuk melestarikan pada anak cucu bangsa tanpa ada sebuah praktikum yang nyata. Jadikan diri kita begitu bangga terhadap Indonesia, sehingga rencana pemerintah dalam tajuk 100% cinta prokduk indoesia,dll, tidaklah sia-sia. Jadikan diri kita manusia yang siap ilmu dan iman dengan gaptek ( gampang praktek ) untuk mengikuti globalisasi peradaban modern bumi. Terima kasih.





Post a Comment